The Ultimate Formula of Confidence
What’s up brothers ? Bagaimana hari kalian ?
I already know that you’re having a great great day right now.
Allright ! Sebelumnya, saya akan mengajukan sebuah pertanyaan simpel kepada kalian.
Tentunya kalian hanya perlu menjawab dalam hati, tidak perlu berteriak ke monitor di depan kalian oke.
Seberapa pentingkah makna sebuah kata “KEPERCAYAAN DIRI” di mata kalian?
Beberapa dari kalian mungkin menjawab,
“hmm tidak begitu penting, tanpa kepercayaan diri pun saya sudah bisa mendapatkan apapun yang saya inginkan, saya hanya perlu take action tanpa banyak berpikir dan DOR ! Entah kenapa hal yang saya idam-idamkan pun dapat saya raih dengan mudah!”Beberapa yang lain mungkin menjawab,
“ya penting sih… tapi walaupun saya telah berusaha membaca literatur-literatur tentang kepercayaan diri, mencoba belajar dari orang-orang yang dalam pandangan saya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan usaha-usaha lainnya, namun saya masih belum bisa membangkitkan kepercayaan diri saya, apa yang harus saya lakukan?”Loh, kok balik bertanya? Ya baca terus dong, anda sudah berada di jalan yang benar
Dan mungkin banyak pula diantara kalian yang sekarang menjawab seperti ini,
“kepercayaan diri itu apa sih? Pede kan? Kalau pede sih, saya orangnya emang gak pede-an, dan saya belum pernah kepikiran buat jadi orang yang lebih pede, tapi gara-gara baca artikel ini saya jadi sangat-sangat tertarik buat jadi orang yang pede nih, bantuin yaa..”
Whoa, just stay tune brothers, karena saya yakin sehabis membaca artikel ini, anda akan menjadi pria yang pede !
Okay, now let’s get to the topic !
Pernahkah kalian melihat seseorang, entah itu teman, anggota keluarga, atau bahkan idola kalian yang sepertinya memiliki kepercayaan diri yang LUAR BIASA tinggi ?Mereka berjalan dengan kepala tegak dan santai, layaknya semua isi dunia ini miliknya.
Mereka berbicara dengan spontan, fasih, dan antusias pada siapapun.
Dan kerennya, tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang sukses pada bidangnya. Entah itu sukses secara finansial, sukses dalam karirnya, atau bahkan sukses dalam kehidupan romansa seperti saya.Haha.
Hmm, oleh karena itu, bisa kita simpulkan bahwa orang sukses itu pasti pede, brothers.
Coba kita lihat contoh figur yang sukses dan percaya diri.
Pertama adalah Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia.
Dia adalah sosok Presiden yang sangat saya kagumi. Dia dapat menggetarkan hati setiap manusia yang mendengar pidatonya yang berapi-api dan menggugah. Dia memiliki kharisma yang sedemikian hebatnya hingga majalah Time pernah menobatkannya sebagai salah satu tokoh terpenting DUNIA.
Lalu apa yang membuatnya sedemikian berkharisma sehingga setiap kata-kata yang ia lontarkan dapat menggugah hati beratus-ratus juta rakyat Indonesia?
Jawabannya adalah KEPERCAYAAN DIRI
Kedua, Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu. Anda tahu berapa percobaan yang ia lalui sebelum berhasil ?
Ya, 9999 percobaan ! Tak terbayangkan seberapa beratnya ia harus berusaha, banyaknya uang yang dia keluarkan, dan bahkan banyaknya hujatan orang-orang kepada dirinya. Tetapi pada akhirnya, ia berhasil menemukan bola lampu yang sekarang pun tengah menerangi kalian selagi membaca artikel ini, brothers. Well-done for him…
Lalu apa yang membuatnya dapat bertahan menghadapi orang-orang yang meragukan dan menentangnya dengan begitu tegar?
Jawabannya masih sama yaitu KEPERCAYAAN DIRI
Kesimpulan pertama yang dapat kita ambil dari kisah hidup kedua tokoh diatas adalah bahwa dengan kepercayaan diri,
Anda DAPAT melakukan hal-hal gila diluar akal sehat manusia!
Dan percaya tidak percaya, Anda pun terlahir dengan kemampuan yang sama luar-biasanya dengan mereka!
Saya yakin sekarang kita semua telah mengerti seberapa pentingnya sebuah kepercayaan diri, betul?
Lalu kepercayaan diri seperti apa yang kita butuhkan?
Ternyata, kepercayaan diri itu berkaitan dengan 2 hal yang sangat berkaitan, namun sering kita pisahkan satu sama lain.
Yang tidak lain adalah SELF IMAGE, dan SELF IDEAL
Apa itu Self Image dan Self Ideal ?
Self Image adalah performansi dan perilaku saat ini, entah itu dari segi fisik, fashion, maupun mentalitas atau mindset yang ter-install didalam diri anda saat ini, sedangkan
Self Ideal adalah gambaran seperti apa anda akan bertingkah laku jika anda berada dalam kondisi terbaik anda
Brothers, ketika anda merasa tidak percaya diri, itu artinya didalam pikiran bawah sadar anda sedang berlangsung konflik antara self-image dan self-ideal anda.
Contohnya ketika anda sedang bepergian ke sebuah mall ternama di kota anda dengan mengenakan kaos oblong yang biasa anda gunakan ke pasar dan sepasang sandal jepit kumal kesayangan anda. Kemudian ketika melihat ke sekeliling, anda melihat orang-orang berpakaian rapi dan necis berlalu-lalang di sekitar anda. Tentunya anda merasa tidak percaya diri bukan?
Self image anda pada saat itu adalah anda dengan dandanan anda yang lebih cocok untuk pergi ke pasar tradisional, dan self-ideal anda pada saat itu pasti tengah berteriak-teriak kepada self-image anda,
“Wooooooy ! Cepetan ganti baju gih! Gue malu nih, masa lu pake baju gituan sih ke mall ?Ketika self-image dan self-ideal anda tidak berjalan selaras, maka alam bawah sadar anda akan selalu membandingkan performansi aktual anda dengan performansi ideal anda, yang hanya akan berujung pada menurunnya performansi anda karena tekanan, mental down, dan lain-lain. Dan pada saat itu pula Kepercayaan Diri anda akan jatuh.
Harusnya lu pake kemeja rapi kek, celana jeans sama sepatu juga kek!”
Ironis bukan? Ternyata bagian-bagian didalam diri anda pun saling memaki ketika anda tengah merasa tidak percaya diri…
Sebaliknya, Kepercayaan Diri yang utuh adalah sinkronisitas antara self-image anda, –anda di saat ini. , dengan self-ideal anda, –Anda yang sebenarnya Anda inginkan.
Ketika anda dapat melakukan setiap hal dalam performansi terbaik anda (dalam hal ini sinkronisitas antara self-ideal dan self-image anda), pada saat itu pula Kepercayaan diri anda akan melejit naik, anda akan merasa bahagia dan puas!
Tingkat Kepercayaan Diri anda menentukan seberapa banyak hal yang akan terjadi kepada Anda di dalam hidup anda, brothers!
Mungkin kalimat yang tepat untuk mendefinisikan kepercayaan diri adalah : seberapa besar Anda menyukai diri Anda sendiri.
Semakin Anda menyukai diri Anda, semakin baik Anda akan bertindak dalam bidang apa pun yang anda tekuni. Dan berdasarkan hukum timbal balik, semakin baik performansi Anda, Anda akan semakin menyukai diri Anda sendiri
Semakin Anda menyukai diri Anda, Anda cenderung menentukan sasaran hidup yang lebih besar dan Anda cenderung lebih lama bertahan dalam memperjuangkan pencapaian sasaran hidup Anda tersebut!
Hal ini menjawab pertanyaan mengapa Soekarno dan Thomas Alfa Edison dapat memiliki pencapaian-pencapaian luar biasa dalam hidupnya bukan? Orang-orang yang memiliki Kepercayaan Diri tinggi memang boleh dibilang nyaris tak terbendung
Mereka mencintai dirinya sendiri, dengan menyelaraskan self-image dan self-ideal mereka, sehingga performansi mereka pun melejit naik.
Pada saat pertama kali mencoba untuk menyelaraskan self-image dan self-ideal saya, saya seringkali mengalami kesulitan. Namun setelah saya melakukan riset, ternyata orang-orang yang memiliki Kepercayaan Diri tinggi pun biasanya mengalami hal-hal seperti ini.
Tapi jangan takut, karena dalam riset saya pun saya menemukan penawarnya, brothers
Dalam menyelaraskan Self-image dan Self-ideal kita, para konsultan TMW menemukan tiga faktor yang dapat sangat membantu penyelarasan Anda, bahkan tak hanya penyelarasan, Anda pun dapat meng-Upgrade keduanya!
Tak usah berlama-lama, ketiga faktor tersebut adalah :
- Mentalitas
- Fisiologi
- Wawasan
1. MENTALITAS
Mentalitas yang sedang kita bicarakan disini adalah kondisi mental, atau state, yang anda pertahankan. Contohnya adalah mindset. Jika Anda selalu memiliki pikiran positif dan bahagia kapanpun dan dimanapun Anda berada, maka Anda akan semakin mudah untuk mencintai diri Anda sendiri, bukan?Ada beberapa tips dari saya yang bisa Anda gunakan untuk memperkokoh mentalitas Anda :
- Afirmasi/Sugesti Positif = sebelum tidur, saya biasa menyetel lagu-lagu kesukaan saya, lalu menutup mata menunggu terlelap sembari memberi kalimat-kalimat positif kepada diri saya sendiri seperti,
“saya baik hati”Secara tidak langsung, Anda sedang memasukkan pesan kedalam alam bawah sadar Anda, sehingga alam bawah sadar anda akan menggerakkan Anda untuk bergerak menuju Anda yang ada di dalam kalimat afirmasi Anda.
“saya pemaaf”
“saya A”, atau “saya B” (isi afirmasi anda dengan kalimat-kalimat yang menunjang self-ideal anda)
Satu saran saya sebagai untuk mendukung afirmasi anda:
Anda harus senantiasa membuktikan afirmasi anda dengan action yang sejalan. you have to feed your belief with supporting experience that comes from effort.
contohnya, jika anda mensugestikan “saya pemaaf”, anda harus mendukung sugesti anda tersebut dengan memaafkan orang lain secara real dan merasakan manfaatnya. Karena jika tidak, afirmasi anda itu hanya akan menjadi bualan belaka, bukan begitu?
- Bersyukur
2. FISIOLOGI
Fisiologi adalah state fisik Anda, entah itu tingkat kebugaran anda, bahasa tubuh anda, maupun fashion anda.- Bahasa tubuh
- Fashion
3. WAWASAN
Mengapa wawasan? Sepenting itukah?
Jika Anda tidak tahu bahwa ada sebuah kota seindah dan seromantis Paris, dengan menara Eiffel dan lampu-lampu kotanya, Anda tidak akan pernah bermimpi untuk pergi dan menghabiskan malam bersama seorang kekasih disana bukan?
“Wawasan anda akan menentukan sejauh mana sasaran hidup Anda, yang ditentukan oleh self-ideal Anda.”
Berikut adalah beberapa kiat untuk memperluas wawasan anda:
- MEMBACA
beberapa rekomendasi buku dari saya :
-Rich Dad Poor Dad
-7 Habits of Highly Effective People
-How to Win Friends and Influence People
-Thought Vibration
-The Art of Enjoying Life
-etc,.
- BERSOSIAL
- CARI PENGALAMAN BARU
Belum pernah mencoba scuba diving? Cobalah!
So, the conclusion is…
SELF IMAGE —synchronous with — SELF IDEAL
=
The ULTIMATE Formula of CONFIDENCE
Use it wisely, brothers! It’s as powerful as a magic spell.
And see you next time.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar